Jika ingin belajar tentang kebersihan lingkungan sekolah, maka SMP 24 Padang-lah sekolah yang cocok untuk dijadikan acuan. Pasalnya, sekolah yang didirikan tahun 1984 ini, baru saja meraih penghargaan Adiwiyata, Juni lalu. Penghargaan yang diberikan kepada sekolah berwawasan lingkungan hidup tingkat nasional. Jadi kini, SMPN 24 Padang merupakan contoh sekolah model Adiwiyata yang untuk kawasan Sumatera tingkat SMP-nya, baru sekolah dengan luas 1.990 M2 ini yang berhasil bercokol ditingkat nasional. Bisa dilihat disetiap sudut sekolah ini selalu dihiasi oleh taman kelas dengan beragam corak dan warna bunga. Di samping itu tiap-tiap ruangan, dinding sekolah juga terdapat slogan-slogan yang bertujuan mengajak segenap warga sekolah menjaga lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.
Tak sekedar itu saja, setiap hari Sabtunya, selalu digelar kegiatan Sabtu Bersih. Seluruh warga sekolah dengan saling dukung dan kompak membersihkan setiap sudut sekolah, mulai dari kelas, ruang guru, WC, perkarang sekitar sekolah, hingga pada penataan taman kelas yang selalu tiap semester diperlomkan. Efek dari Sabtu Bersih sendiri, ialah warga sekitar sekolah ikut melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan perkarangan rumah mereka masing-masing.
Selain mengedepankan kebersihan lingkungan, sekolah yang dipimpin oleh Pak Riswandi, M.Pd ini juga memiliki tim randai yang solid. Disampaikan Bu Yusni Caniago, SPd, Wakil bidang Kesiswaan saat ditemuai di sekolahnya Rabu (14/11) lalu, tim randai ini cukup menjanjikan kiprahnya di tengah-tengah masyarakat. “Kita sudah sering menerima, undangan untuk tampil diberbagai acara. Di antaranya pada pembukaan Festival Internasional Pemuda Olahraga Bahari (FIPOB) 2007, kita diminta untuk unjuk kebolehan di hadapan menteri Pemuda dan olahraga Pak Adiyaksa Dault. Serta tak tertutup pula kita tampil saat acara akekah, dan pesta perkawian,” ujarnya optimis.
Ravi Batama Putra yang ikut dalam tim randai ini juga membenarkan, tim mereka sering tampil pada acara-acara pernikahan. “Terhormatnya kita tampil pas FIPOB,” ujarnya. Ditambahkan teman sekelas Ravi, Zakia Trussani, kelebihan tim randai yang ia tekuni terdapat pada alur cerita yang dibawakan saat tampil. “Kita sering bawain cerita tentang kiprah seorang pendekar Minang, trus tingkah laku pelajar dalam menuntut ilmu yang sudah diolah secara apik oleh pelatih,” tambah cewek yang kini duduk dikelas tiga ini.
Untuk lebih memantapkan setiap penampilan tim randai SMPN 24 Padang langsung dilatih oleh guru-guru yang terampil di bidang kesenian Minang ini, seperti ada Bu Ade Muthia, Aswinda dan para guru-guru BAM yang mempunyai besik dibidang ini. “Itu sengaja kita lakukan, karena kita ingin memanfaatkan tenaga yang sudah ada. Pelatih dari luar juga kita datangkan, tapi itu melihat situasi dan kondisi dulu, apabila ada permintaan untuk tampil pada tempat terhormat dengan penonton yang ramai kita datang mereka, seperti di FIPOb lalu,” tukas Bu Yusni ramah. (***) |